Bagaimana Mengukur Kesehatan Keuangan Yayasan? Likuiditas, Ketergantungan Dana, dan Tren Surplus
Kesehatan keuangan organisasi nirlaba dinilai dari beberapa sudut sekaligus: cukup tidaknya kas untuk beberapa bulan ke depan, seberapa bergantung pada satu sumber dana, dan ke mana arah tren surplus atau defisitnya. Ukuran-ukuran ini metodologi manajemen keuangan internasional, bukan kewajiban hukum Indonesia.
Kesehatan keuangan yayasan tidak bisa diringkas menjadi satu angka. Ia dibaca dari beberapa sudut sekaligus: berapa bulan kas yang tersedia bila pemasukan mendadak seret, seberapa besar porsi pendapatan yang bergantung pada satu sumber, dan ke mana arah tren surplus atau defisit selama beberapa periode terakhir. Ketiga sudut itu dilihat bersamaan, karena satu ukuran yang tampak bagus sering menutupi masalah yang justru terlihat pada ukuran lain.
Satu hal perlu ditegaskan sebelum masuk ke angka-angkanya. Seluruh ukuran dalam tulisan ini adalah metodologi manajemen keuangan nirlaba yang diakui secara internasional, bukan kewajiban hukum Indonesia; tidak ada undang-undang, peraturan pemerintah, maupun peraturan menteri yang mewajibkan yayasan menghitung satu pun di antaranya. Yayasan bebas memakai sebagian, seluruhnya, atau tidak sama sekali. Yang membuatnya berguna bukan kewajiban, melainkan kenyataan bahwa pengurus sebaiknya mengetahui keadaan keuangannya sebelum keadaan itu memaksa.
Berapa bulan kas yang kita punya?
Ini pertanyaan pertama yang biasanya paling mendesak, dan cara menghitungnya sederhana. Ambil kas dan setara kas yang tidak terikat pembatasan donor, lalu bagi dengan rata-rata beban per bulan. Rata-rata beban per bulan didapat dari total beban setahun dibagi dua belas. Hasilnya adalah bulan kas tersedia, yakni berapa lama organisasi bisa berjalan dengan kas yang ada seandainya pemasukan berhenti.
Ada ukuran pendamping dengan pembilang berbeda, yaitu rasio cadangan operasional: aset neto yang tidak terikat dibagi rata-rata beban bulanan. Bedanya halus tetapi nyata. Bulan kas tersedia berbicara tentang uang yang benar-benar ada di rekening, sedangkan rasio cadangan operasional berbicara tentang sumber daya bebas yang dimiliki organisasi, yang belum tentu semuanya berbentuk kas. Salah satu sumber yang kami rujuk menyebut angka tiga sampai enam bulan sebagai rekomendasi cadangan operasional.
Ukuran ketiga yang berguna adalah laju penyusutan kas: selisih saldo kas awal dan saldo kas akhir, dibagi jumlah bulan dalam periode itu. Angka ini menjawab pertanyaan "seberapa cepat kas kami berkurang", dan bila digabung dengan saldo yang ada, ia memberi gambaran kasar berapa lama saldo itu bertahan.
Sekarang peringatan yang paling penting di bagian ini. Tidak ada satu tingkat cadangan yang benar untuk semua organisasi nirlaba. National Council of Nonprofits mengutip Kate Barr dari Propel Nonprofits yang menyebut anggapan adanya satu standar berlaku untuk semua organisasi nirlaba sebagai mitos. Jadi angka tiga sampai enam bulan tadi adalah rekomendasi dari satu sumber, bukan ambang kelulusan. Yayasan dengan pemasukan bulanan yang stabil dari wali santri berada pada situasi yang berbeda dari yayasan yang pemasukannya datang dua kali setahun.
Satu lagi dari Charity Commission Inggris: tingkat cadangan sebaiknya dipantau sepanjang tahun, bukan hanya diperiksa pada penutupan buku akhir tahun. Pemantauan sepanjang tahun itu sendiri merupakan indikator kesehatan keuangan.
Apakah yayasan mampu membayar kewajiban jangka pendeknya?
Pertanyaan ini dijawab oleh sekelompok rasio likuiditas yang sebaiknya dibaca bersama-sama, bukan satu per satu.
| Ukuran | Cara menghitung | Cara membacanya |
|---|---|---|
| Rasio lancar | Aset lancar dibagi liabilitas lancar | Menunjukkan kemampuan membayar kewajiban tepat waktu dalam dua belas bulan. Cranfield Trust menyarankan target di atas 1,5. |
| Rasio cepat (uji asam) | Aset lancar dikurangi persediaan dan biaya dibayar di muka, dibagi liabilitas lancar | Versi yang lebih ketat, karena persediaan dan biaya dibayar di muka tidak bisa langsung dipakai membayar. Disarankan tidak kurang dari 1. |
| Rasio modal kerja | Menyaring keluar aset neto yang terikat pada aset tetap | Mengukur berapa banyak sumber daya organisasi yang tidak terikat pembatasan donor dan tersedia untuk penggunaan sekarang maupun mendatang. |
Ketiganya menjawab pertanyaan yang sama dengan cara yang berbeda, dan masing-masing mengeluarkan komponen aset yang berbeda dari perhitungan. Karena itu membacanya bersamaan jauh lebih informatif daripada bersandar pada satu angka. Yayasan yang punya gedung bagus tetapi kasnya tipis akan terlihat sehat pada neraca dan terlihat rapuh pada rasio modal kerja, dan yang kedua itulah yang menentukan apakah gaji bulan depan bisa dibayar.
Apakah kita terlalu bergantung pada satu sumber dana?
Ini pertanyaan yang jarang ditanyakan sampai sumber dana itu berhenti. Ada dua cara menghitungnya yang beredar.
Yang pertama, rasio ketergantungan: pendapatan dari jenis atau sumber terbesar dibagi total pendapatan. Propel Nonprofits menyebutnya juga rasio keterandalan, termasuk variannya yang khusus menghitung porsi hibah dan kontrak pemerintah terhadap total pendapatan. Blackbaud memakai istilah lain untuk perhitungan yang serupa, yaitu pendapatan dari sumber kunci dibagi total pendapatan dikalikan seratus.
Yang kedua, diversifikasi pendapatan, yang dalam rumusan Cranfield Trust adalah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan sendiri dibagi pendapatan yang tidak diperoleh dari kegiatan sendiri.
Perlu jujur di sini: dua label itu, dalam sebagian besar sumber, pada dasarnya mengukur hal yang sama, yaitu seberapa terkonsentrasi pendapatan organisasi. Jangan menyajikannya di laporan pengurus seolah dua indikator independen yang saling menguatkan.
Yang perlu dilakukan pengurus setelah angkanya diketahui bukan mencari ambang batas, melainkan menanyakan risikonya. Bila satu donor atau satu jenis pendapatan menyumbang porsi dominan, apa yang terjadi bila sumber itu berhenti tahun depan? Itu pertanyaan manajerial, bukan kewajiban pelaporan.
Apakah realisasi anggaran kita sehat?
Selisih antara realisasi dan anggaran bisa dinyatakan dalam dua bentuk. Variansi nominal adalah realisasi dikurangi anggaran. Variansi persentase adalah realisasi dibagi anggaran, dikurangi satu, lalu dikalikan seratus.
Untuk pengurus, bentuk persentase biasanya lebih berguna. Selisih sepuluh juta rupiah pada pos konsumsi berarti sangat berbeda dari selisih sepuluh juta rupiah pada pos pembangunan, dan persentase membuat pos-pos yang skalanya berbeda bisa dibandingkan dalam satu tabel.
Ke mana arah tren surplus atau defisit kita?
Satu periode tidak memberi tahu banyak. Arah selama beberapa periodelah yang bermakna.
Margin operasional adalah pendapatan operasional dikurangi beban operasional, dan bisa juga dinyatakan sebagai persentase, yaitu surplus bersih dibagi total pendapatan dikalikan seratus. Blackbaud secara eksplisit mengaitkan ukuran ini dengan keberlanjutan finansial.
Tren aset neto melihat perubahan aset neto tanpa pembatasan donor dari periode ke periode, yang menunjukkan apakah organisasi sebenarnya beroperasi dengan untung atau rugi secara finansial pada periode terakhir. Nonprofit Finance Fund memasukkan aset neto tanpa pembatasan yang positif sebagai salah satu dari tiga indikator teratas kesehatan keuangan, bersama likuiditas dan surplus.
Tren likuiditas adalah pemantauan kecukupan likuiditas dari waktu ke waktu, bukan pengukuran sekali setahun. Ini sejalan dengan penekanan Charity Commission bahwa perubahan tingkat cadangan selama tahun berjalan adalah indikator tersendiri, bukan sekadar catatan kaki dari angka akhir tahun.
Adapun keberlanjutan finansial secara umum tidak punya satu rumus baku. Nonprofit Finance Fund mengaitkannya dengan surplus yang konsisten dan penutupan biaya penuh. Perlakukan ia sebagai kerangka berpikir, bukan sebagai skor.
Apakah program dan penggalangan dana kita efisien?
Rasio belanja program adalah total belanja program dibagi total belanja dikalikan seratus. Dua sumber memberikan kisaran acuan yang berbeda: Cranfield Trust menyebut kisaran sekitar 60 sampai 70 persen, sedangkan Blackbaud menyebut di atas 75 persen sebagai kuat. Perbedaan itu kami sampaikan apa adanya, tanpa memilih salah satunya sebagai yang benar.
Rasio biaya administrasi adalah beban penggalangan dana ditambah beban umum dan administrasi, dibagi total beban. Blackbaud memakai istilah rasio overhead untuk perhitungan yang setara.
Rasio efisiensi penggalangan dana adalah pendapatan sumbangan dibagi beban penggalangan dana. Cranfield Trust menyebutnya pengganda penggalangan dana dengan rumus yang sama.
Cara paling waras memakai ketiganya adalah membandingkannya dengan tren yayasan Anda sendiri dari tahun ke tahun, bukan dengan satu angka acuan luar negeri yang diperlakukan sebagai batas lulus.
Bisakah kita memperkirakan posisi kas beberapa bulan ke depan?
Bisa, dan alatnya tidak rumit. Proyeksi arus kas disusun dengan memperkirakan pemasukan dan pengeluaran bulan demi bulan, menghitung pergerakan bersih tiap bulan, lalu membawa maju saldo kas berjalan ke bulan berikutnya. Charity Commission menambahkan bahwa anggaran kas membantu mengenali puncak dan lembah arus kas serta memberi peringatan dini kapan cadangan mungkin perlu dipakai.
NCVO menyebut bahwa untuk organisasi kecil sampai menengah, memperbarui arus kas setiap bulan dan memproyeksikan dua belas bulan bergulir ke depan adalah hal yang wajar. Bergulir artinya setiap kali satu bulan berlalu, satu bulan baru ditambahkan di ujung, sehingga cakrawala perencanaannya selalu setahun penuh.
Contoh perhitungan sederhana
Bayangkan Yayasan Cahaya Ilmu, nama rekaan, dengan kas tidak terikat Rp 300.000.000, total beban tahunan Rp 1.200.000.000, aset lancar Rp 400.000.000, liabilitas lancar Rp 150.000.000, dan 70 persen pendapatan tahun ini berasal dari satu yayasan donor.
Bulan kas tersedia: beban bulanannya Rp 100.000.000, sehingga kas tidak terikat tadi setara 3 bulan. Ini berada di ambang bawah kisaran yang disebut sebagian sumber, dan itu bukan berarti otomatis buruk, karena tidak ada standar tunggal yang berlaku universal.
Rasio lancar: kira-kira 2,67, di atas target 1,5 yang disarankan Cranfield Trust.
Rasio ketergantungan: 70 persen, sinyal ketergantungan tinggi pada satu sumber dana yang layak dibahas pengurus, bukan sekadar dicatat.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Menganggap ada satu ambang cadangan kas yang berlaku untuk semua yayasan. Anggapan bahwa setiap organisasi harus selalu punya enam bulan kas dibantah langsung oleh sumber yang dikutip di atas. Tetapkan target Anda sendiri berdasarkan pola pemasukan yayasan Anda.
Menyajikan rasio-rasio ini seolah kewajiban hukum Indonesia. Semuanya adalah metodologi manajemen internasional. Menyebutnya kewajiban di hadapan pengurus atau donor adalah pernyataan yang keliru.
Mengarang rumus hanya karena istilahnya terdengar akrab. Beberapa istilah keuangan beredar luas tanpa definisi yang bisa dirujuk secara konsisten. Bila Anda tidak menemukan rumusnya pada sumber yang jelas, jangan mengisinya dengan tebakan lalu menampilkannya di laporan pengurus.
Mencampur rasio cadangan operasional dengan bulan kas tersedia seolah keduanya sama. Pembaginya memang mirip, tetapi pembilangnya berbeda: yang satu aset neto tidak terikat, yang lain kas tidak terikat. Menyebut keduanya bergantian membuat laporan Anda tidak bisa dibandingkan dari tahun ke tahun.
Menghitungnya hanya sekali setahun. Kecukupan kas dan tingkat cadangan paling berguna dipantau bulanan atau triwulanan. Angka akhir tahun datang terlambat untuk sebagian besar keputusan.
Membandingkan diri hanya dengan angka acuan luar. Tren yayasan Anda sendiri selama tiga tahun lebih memberi tahu daripada satu persentase acuan dari organisasi di negara lain.
Dasar hukum dan rujukan
Bagian ini perlu dibaca dengan hati-hati, karena isinya bukan dasar hukum. Tidak ada peraturan Indonesia yang mewajibkan, mengatur, atau menetapkan ambang untuk rasio-rasio di atas. Yang dirujuk tulisan ini adalah panduan dan literatur manajemen keuangan nirlaba dari lembaga di luar Indonesia. Statusnya anjuran dan praktik, bukan kewajiban.
| Rujukan | Sifat dan keterangan |
|---|---|
| Charity Commission for England and Wales, panduan CC19 tentang cadangan | Panduan regulator Inggris. Sumber untuk definisi cadangan, pemantauan tren likuiditas sepanjang tahun, dan kerangka anggaran kas. Bukan hukum Indonesia. |
| IFR4NPO | Inisiatif penyusunan panduan pelaporan keuangan nirlaba internasional. Dirujuk hanya untuk kerangka umum keberlanjutan finansial. |
| Propel Nonprofits | Panduan praktik. Sumber rasio lancar, bulan kas tersedia, rasio ketergantungan, rasio biaya administrasi, efisiensi penggalangan dana, modal kerja, dan tren aset neto. |
| Nonprofit Finance Fund | Panduan praktik. Sumber rumus bulan kas tersedia, tren likuiditas, dan kerangka keberlanjutan finansial. |
| National Council of Nonprofits | Panduan praktik. Sumber pernyataan bahwa tidak ada standar cadangan tunggal, dan kerangka kebijakan cadangan. |
| NCVO | Panduan praktik Inggris. Satu-satunya sumber untuk metode proyeksi arus kas dan proyeksi bergulir dua belas bulan. |
| Cranfield Trust | Panduan praktik Inggris. Sumber terkaya di sini: rasio lancar dan rasio cepat, margin operasional, rasio belanja program, efisiensi penggalangan dana, diversifikasi pendapatan, dan cakupan likuiditas. |
| Blackbaud | Materi praktik dari penyedia perangkat lunak nirlaba. Dipakai terbatas untuk rumus variansi anggaran, laju penyusutan kas, dan beberapa rumusan pembanding. |
Sebagai langkah awal, empat ukuran ini biasanya cukup untuk dashboard pengurus bulanan atau triwulanan: bulan kas tersedia, rasio cadangan operasional, variansi anggaran dalam persen, dan rasio ketergantungan pendapatan. Selain itu, tuliskan kebijakan cadangan operasional yayasan secara tertulis yang menjawab tiga hal: berapa targetnya, kapan cadangan boleh dipakai, dan bagaimana cadangan diisi kembali. Sekali lagi, ini praktik kehati-hatian, bukan kewajiban hukum Indonesia.
Tulisan ini disusun sebagai bahan edukasi umum dan bukan nasihat keuangan, hukum, akuntansi, atau perpajakan untuk kasus tertentu. Seluruh rasio dan indikator di atas berasal dari panduan manajemen keuangan nirlaba internasional dan berstatus anjuran, bukan kewajiban di Indonesia. Sebelum menetapkan kebijakan cadangan, menyusun target rasio, atau mengambil keputusan yang menyangkut posisi keuangan yayasan Anda, bicarakan lebih dahulu dengan penasihat keuangan atau konsultan pajak yang memeriksa langsung laporan dan keadaan yayasan Anda.